,

Pitungan: Lanskap Tradisi Masyarakat Jawa

Rp105.000

 

Penulis: Dr. Lucy Dyah Hendrawati., S.Sos., M.Kes

Penerbit: CV. Eiga Media Creative

Tahun Terbit: 2025

ISBN: 978-634-04-4609-8

Ukuran: 15 x 23 cm

Halaman: 364 halaman

Buku Pitungan: Lanskap Tradisi Masyarakat Jawa merupakan cerminan mendalam dari cara pandang orang Jawa terhadap kehidupan yang penuh kehati-hatian, keseimbangan, dan keselarasan dengan alam semesta. Tradisi pitungan tidak sekadar dianggap sebagai bentuk perhitungan matematis atau astrologis semata, melainkan merupakan manifestasi dari filsafat hidup masyarakat Jawa yang berlandaskan pada prinsip ngelmu titen yaitu kemampuan membaca tanda-tanda kehidupan dan alam untuk mencapai kehidupan yang penuh makna. Dalam konteks ini, pitungan menjadi sarana bagi masyarakat Jawa untuk menata kehidupan, mengambil keputusan, dan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual yang diyakininya.

Penggunaan pitungan dalam berbagai aspek kehidupan mulai dari mencari kecocokan pasangan, menentukan hari baik pernikahan, menghitung waktu kelahiran anak, hingga mengatur prosesi kematian dan pemakaman menunjukkan betapa dalamnya nilai spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya. Tradisi ini bukan sekadar rutinitas ritual, tetapi juga mekanisme kultural untuk mengelola ketidakpastian hidup. Dalam masyarakat agraris seperti Jawa, di mana keseharian sangat bergantung pada siklus alam, pitungan menjadi panduan moral dan praktis untuk menjaga keseimbangan antara usaha manusia (ikhtiar) dan takdir Tuhan.

Kepercayaan terhadap pitungan tidak hanya berkaitan dengan hubungan spiritual, tetapi juga memiliki implikasi nyata terhadap pola demografi dan perilaku reproduksi masyarakat. Misalnya, waktu yang dianggap baik untuk menikah atau mengandung anak sering kali diatur berdasarkan pitungan tertentu. Akibatnya, dalam periode waktu tertentu akan terjadi variasi kelahiran anak yang mengikuti pola kepercayaan budaya tersebut. Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem pengetahuan tradisional seperti pitungan memengaruhi pola fertilitas dan struktur populasi keluarga Jawa, sehingga memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika sosial dan budaya.

Selain itu, pitungan juga merefleksikan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa tentang keharmonisan, kebijaksanaan, dan kesadaran diri. Dalam setiap pitungan terdapat pesan moral bahwa segala sesuatu dalam hidup harus dipertimbangkan dengan matang, tidak terburu-buru, dan dilakukan dengan penuh kesadaran akan akibatnya. Dengan demikian, pitungan bukanlah bentuk takhayul semata, melainkan mekanisme reflektif dan edukatif yang mengajarkan keseimbangan antara nalar dan rasa, antara logika dan intuisi.

Melalui lensa inilah, pitungan dapat dipahami sebagai lanskap kebudayaan yang hidup, dan terus diwariskan dari generasi ke generasi, serta tetap relevan dalam menghadapi dinamika zaman. Pitungan sendiri tidak hanya menuntun masyarakat Jawa dalam hal spiritual, tetapi juga memberikan dasar dalam pembentukan struktur sosial, pola perilaku, dan nilai-nilai etika kehidupan. Dalam dunia modern sekalipun, pitungan tetap menjadi simbol identitas budaya dan kearifan lokal, sebuah warisan yang mengajarkan bahwa hidup yang slamet lahir batin bukan hanya tentang keberuntungan, melainkan tentang keselarasan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Pitungan: Lanskap Tradisi Masyarakat Jawa”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *